Backpacker Cilacap part III

Singkatnya kejadian lucu banget yang terjadi dikereta yaitu :
Pertama kita ber6 (Gue, Rino, Adit, Edri, Ajeng, Rudi) bermain kartu Uno, dengan ganjaran, yang kalah 3x berturut turut, harus turun distasiun terdekat, sadis bukan? itulah kami wahahahahahaha #ketawa jahat
dan memang nasib sial selalu menimpa Edri, dia kalah telak, dia merengek tidak mau turun, rengekannya udah ngalahin suara pedagang asongan yang bersliweran, akhirnya daripada kita budek mendengar rengekannya, ganjaran kita permudah, karena kebetulan kita mendapat gerbong paling belakang, kita menyuruhnya untuk lari sampai lokomotif, dan kembali lagi, akhirnya ketika kereta berhenti dia lari kedepan, dan yang ada dia dimarahi oleh PKD (petugas keamanan dalam) dan dia diperintahkan untuk naik kereta kembali, ibarat pejuang 45, dia kembali lagi bermain kartu, dan tetap saja dia kalah terus hahaha.

kedua
Salah satu temen gue Divina, dia mempunyai tehnik tidur yang aneh, saat dia tidur, secara tidak langsung keluar air mata dari mulutnya , eh salah matanya, jelas jelas air mata #apaan sih haha, lalu airnya hinggap dimulutnya, dan dia minum, mungkin inilah tehnik untuk menghilangkan haus saat tidur -___-

ketiga
Temen gue yang namanya Rudi,orang yang gue pikir blangstan, kaya kuda ga diiket, saat banyak pedagang lewat dia berkata pada saya
Rudi : "git urang lieur kieu rea pedagang" (git, aku pusing gini, banyak pedagang)
Agit : "naon maneh? mabuk asongan? wahahaha" (apa kamu? mabuk asongan)
dan yang bikin gue ngakak, karena dia mabuk asongan, yang ada dia ikut ikutan menjadi pedagang asongan, hanya saja dagangan yang aneh yaitu hanya sebungkus makanan Chi cha (gue gamau promosi :D) taulah makanan yang bulet bulet kaya tai cicak itu hahaha
Rudi : "Chicha chicha limaributujuh limaributujuh"
dan yang bikin ngakak itu, normalnya nawar itukan kita menawar dengan harga yang lebih rendah, hukum ini tidak berlaku untuk temen gue Reno
Rudi : "chiha chicha limaributujuh limaributujuh, chicha a? limaributujuh"
Reno : "alah mang, Duapuluhribu satu ya?"
Rudi : "duapuluhribusatu? oia boleh"
disini gue ngakak banget sengakak ngakaknya -_-

singkatnya kita tiba di Cilacap pukul 13:00
disana kita dijemput oleh tetangga, ya gue juga aneh tetangganya Rudi, baik banget ini orang, kita dijemput dengan kendaraan kuning bertuliskan "angkutan kota" kita naik semua, biasalah anak anak latah "7 5" "7 5" hahaha
sampailah kita disebuah rumah, yang memang masih sangat tradisional banget, (insya Allah, di akhir post, gue bakal posting foto foto cilacap gue)
istirahatlah kita salam salaman, gue dan Rudi bergegas pergi untuk mencari makan siang, diperjalanan dengan menggunakan motor tetangga, ya motor tetangga , Rudi berkata
Rudi : "hayu git, kepantai dulu aja"
Agit: "ga enak rud ah sama anak anak"
Rudi: "biarin, biar bukti deket pantai"
memang sesampainya disana, sejauh mata melihat,menerawang dan meraba :O hanyalah sawah sawah dan sawah, sehingga gue pikir Rudi berbohong, taunya
memang kita jalan terus, lama lama sawah itu habis, digantikan oleh hutan, lalu hutan habis, dan langsung terdapat pantai, pantainya pun ga kalah indah , bahkan sangat indah , karena mungkin pantai ini belum terlalu terkenal, sehingga pantai ini seperti pantai pribadi,  gue pikir yang baca blog ini wajib kesana deh :D
gue berfoto layaknya siganteng dari Bandung, :D untuk membuktikan benar adanya pantai dan pulang,

Sesampainya dirumah, gue memamerkan foto tersebut ke anak anak,"wuih agit ganteng" ngga lah ga ada satupun temen gue yang bilang begitu -__- dan yang bikin gue kesel itu, sebelum berangkat gue di iming imingi oleh Rudi, jarak dari rumah ke pantai paling 15 menit, dan dia tidak bilang 15 menit itu kalo menggunakan motor, sehingga kalo kita kaji ulang #widih bahasanya... karena tidak ada kendaraan sama sekali, kira kira jika jalan akan selama 45 menit, ini yang bikin gue kesel,

bersambung______________

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Itu Gila part 2

Backpacker Cilacap part I

Backpacker Cilacap part IV